Sermons   David Wilkerson Today, Daily Devotions

APAKAH ANDA MASIH PERCAYA ?

by David Wilkerson | February 18, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Baru saja saya mendapat pengalaman yang tidak biasa saat berada dalam meditasi dengan Tuhan. Suara-Nya masih kecil bertanya kepadaku, "Apakah kamu masih percaya?"

"Apakah kamu percaya Aku masih mecintaimu tanpa syarat - bahwa kamu sekarang dipimpin oleh Roh Kudus - bahwa setiap air mata kamu Aku tamping - bahwa kamu sekarang di tempat ini, pada jam ini, dalam kehendak Tuhan yang sempurna?"

"Apakah kamu percaya segala sesuatu masih bekerja untuk kebaikan bagi mereka yang mengasihi Aku-bahwa Aku mendengar doa-doamu, bahkan ketika kamu tidak dapat berbicara dengan kata-kata untuk mengekspresikannya, ketika semua kelihatan gelap dan kamu lelah - ketika kekuatiran hinggap di pikiranmu dan jiwamu - saat itu sepertinya Aku telah menutup surga kepadamu?"

"David, apakah kamu masih percaya Aku memberi makan setiap makhluk hidup; ikan dilaut, sapi, burung, dan semua binatang melata? Apakah kamu masih percaya Aku menghitung setiap helai rambut di kepalamu - bahwa Aku memperhatikan setiap burung yang jatuh di muka bumi? Apakah kamu benar-benar percaya itu ?”

"Apakah kamu masih percaya - ketika kematian datang kepada orang yang kamu kasihi? Apakah kamu masih percaya apa yang telah kamu saksikan, bahwa Aku memberi penghiburan dan kekuatan bahkan untuk menghadapi kuburnya ?"

"Apakah kamu masih percaya Aku mencintaimu - Aku mengampuni semua dosa-dosamu di masa lalu- dan Aku akan mengampuni semua dosa-dosamu di masa depan jika kamu berserah dan percaya kepada-Ku? Apakah kamu percaya Aku mengerti ketika setan mengirim utusannya melawan kamu untuk memasukkan kebohongan, keraguan, hujatan, ketakutan, keputusasaan?

"Apakah kamu masih percaya kamu berada dalam tanganKu - bahwa kamu lebih berharga daripada emas untuk Penyelamatmu - bahwa kehidupan kekal adalah masa depanmu - bahwa tidak ada kekuatan yang dapat mencabut kamu dari tangan-Ku - bahwa aku masih tersentuh dengan setiap kelemahan dan penderitaan yang kamu hadapi ? Apakah kamu masih percaya hal-hal itu benar ?

Jawabanku dengan tegas adalah YA! Ya, Tuhan, aku masih percaya itu semua dan lebih-lebih lagi!

Baca semua Mazmur 103 dan tanya pada dirimu, "Apakah aku masih percaya itu? Semua itu ?"
 

BAPA SURGAWI KITA MEMILIKI RENCANA UNTUK ANDA

by David Wilkerson | February 17, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Allah mempunyai rencana yang sudah dibentuk sebelumnya untuk membawa kita keluar dari api pencobaan. Tidak peduli apa yang sedang anda alami, Allah memiliki rencana yang disesuaikan untuk setiap kesulitan. Ini adalah rencana yang tidak akan pernah bisa dipahami atau dibayangkan oleh pikiran manusia.

Ambil contoh, api pencobaan yang dihadapi Israel di padang gurun. Tidak ada roti, tidak ada makanan apapun. Komite apa, kelompok pendoa syafaat apa bisa bangkit dengan situasi ini,"Mari berdoa kalau besok kita bangun dan menemukan serpihan-serpihan makanan malaikat menutupi tanah - dengan rasa madu."

Allah mempunyai rencana - keajaiban, rencana tak terbayangkan. Luar biasa!

Lalu tidak ada air. Padang gurun yang panas mengeringkan bibir mereka. Tidak ada jalan untuk bertahan, berbicara secara manusiawi. Banyak yang menangis, menghadapi krisis hidup-dan-mati.

Siapa dapat membayangkan bagaimana Tuhan dapat menyelamatkan hari itu ? Siapa dapat menunjuk batu besar dan menyarankan pada Musa, "Pergilah, pukul itu dan buat aliran air mengalir keluar?"

Tetapi Tuhan mempunyai rencana - disimpan dalam pikiran-Nya sejak lama sebelum krisis itu.

Kembali ke Laut Merah, dengan laut yang tidak dapat dilalui didepan mereka - prajurit Firaun mengejar mereka. Kemustahilan! Keputusasaan!

Apakah Tuhan tidak mempunyai rencana ?
 

PESAN KEPADA ORANG PERCAYA YANG BERBEBAN BERAT

by David Wilkerson | February 16, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Sekarang saya berbicara kepada mereka orang percaya yang berbeban berat oleh akumulasi penderitaan. Pemazmur Daud menceritakan dirinya yang berbeban berat oleh masalah yang tak tertahankan.

"Hatiku gelisah, kengerian maut telah menimpa aku. Aku dirundung takut dan gentar, perasaan seram meliputi aku." (Mazmur 55:4-5).

Selidiki melalui Alkitab dan anda tidak akan menemukan hamba Allah manapun berbicara lebih dari Daud tentang mempercayai Tuhan. Tidak ada yang berbicara lebih tentang mencari dan menantikan Tuhan untuk kekuatan di saat perlu. Itu Daud yang bersaksi ia tidak takut apapun yang jahat, meskipun ia berjalan dalam lembah kematian - karena Tuhan menyertai dia.

Tetapi ada serangkaian kecemasan yang mendalam dan menyakitkan yang menimpa Daud yang mengguncang imannya. Pada satu titik rendah ketika ia tampak putus asa ia berteriak, "semua manusia adalah pembohong!" Dia berbicara dari rasa sakit luar biasa dan kesedihan. Semua kata penghiburan dan harapan tidak terjadi; itu semua seperti kebohongan.

Ada serangan habis-habisan pada iman Daud. Dia tidak menuduh Allah berbohong - tapo semua suara-suara yang datang kepadanya disemua sisi. Daud berada pada keputusasaan. Ia mencari pelarian "jika saya mempunyai sayap seperti merpati, aku akan terbang jauh dari semua keputusasaan ini dan mencari tempat peristirahatan."

Ketika saya berbicara tentang keadaan berbeban berat, saya tahu tentang apa yang saya bicarakan. Anak perempuan saya Debi baru saja di operasi karena kanker. Cucu saya yang berumur 29 tahun sedang menjalani kemotrapi untuk kanker stadium 4. Daud benar. "Ketakutan dan kegentaran menyerang kita."

Apa yang anak Tuhan lakukan disaat-saat yang luar biasa ini ? Kita lakukan apa yang Daud lakukan.

"Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku. --Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku. Ia membebaskan aku dengan aman dari serangan terhadap aku, sebab berduyun-duyun mereka melawan aku." (Mazmur 55:15-18)

Pergi berdoa-ambil kembali dan masuk hadirat Tuhan. Bahkan jika anda melakukannya diam-diam, menangisi sakit anda dan meminta damai untuk datang kepada anda. Kita harus lebih daripada percaya. Kita harus tinggal dalam Firman Tuhan dan mendoakan kembali janji-janjiNya.

Keluarga saya dan saya berjalan dalam iman dan mengandalkan kesetiaan Tuhan kepada Firman-Nya. Tuhan itu baik.
 

IMAN ADALAH SEBUAH UNDANGAN LEBIH DARIPADA PERINTAH

by David Wilkerson | February 15, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Iman adalah sebuah perintah. Itu ditulis, "Orang yang benar akan hidup oleh iman." Tanpa iman itu adalah mustahil untuk menyenangkan Allah. Alkitab menambahkan, "dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." (Ibrani 10:38)

Saya bergidik ketika saya berpikir tentang teror dan bahaya atas ketidakpercayaan. Ketidakpercayaan adalah jurang maut ketakutan, kesedihan dan keputusasaan. Konsekuensi dari ketidakpercayaan itu menakutkan. Itu dimulai dengan ketakutan akan apa yang tidak bisa kita lihat. Satu ketatukan hari ini membawa kepada dua ketakutan esok hari, lalu tiga, dan lalu ketakutan-ketakutan itu menjadi jurang maut atas kesedihan tak terkendali dan keputusasaan.

Semakin banyak saya melihat bahwa ketakutan dan ketidakpercayaan berakhir menjadi keputusasaan. Ini mengarah ke gurun kebingunan dan kekosongan. Ini bukan pilihan - ini bukan persoalan kecil dengan Tuhan. Ini adalah masalah hidup dan mati. Ini akan mengarah kepada takut akan segala sesuatu, sekarang dan masa depan. Rasa takut adalah siksaan.

Semua anak-anak Tuhan sedang menanggung pendertiaan dan berbagai macam kesulitan. Hal ini sangat menghancurkan hati mendengar hal-hal yang menyakitakan dari orang-orang benar yang sedang menderita sekarang. Keluargaku juga sedang sangat dicoba dan diuji.

Beberapa orang yang menghadapi penderitaan yang luar biasa dan mengerikan, baik fisik dan rohani, sedang hilang pengharapan. Jika kamu sedang melalui api pemurnian, saya ingin menyampaikan sesuatu:

IMAN ADALAH JUGA SEBUAH UNDANGAN UNTUK MENGAMBIL BAGIAN DALAM KEBAIKAN TUHAN YANG BESAR.

Saya mengajak anda ke salah satu janji yang paling menguatkan dalam Firman Tuhan. Biarkan janji ini tenggelam jauh dalam jiwa anda:

Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia! Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah. (Mazmur 31:19-20)

Berikut ini adalah dorongan besar untuk tetap teguh dalam iman anda. Berikut ini adalah sebuah janji yang berani, mulia. Tuhan berkata,"Kamu percaya kepada Ku didepan manusia dan Aku akan membuka gudang-Ku yang penuh dengan kebaikan besar dan menuangkan itu kepadamu. Aku akan menyembunyikan kamu dalam hadirat-Ku yang rahasia, Aku tidak akan membiarkan perselisihan untuk memberati kamu.

Beberapa orang mungkin berkata, "Kita tidak harus mempercayain Tuhan untuk mendapatkan kebaikan dari Dia." Itu tidak begitu. Juga tertulis, "Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. "(Ibrani 10:35) Kita harus percaya bahwa Dia adalah Pemberi upah. Upah dari iman itu adalah kebaikan rohani, seperti kekuatan-damai dan ketenangan dalam badai.

Oh Sudara terkasih, Tuhan bersuka di dalam iman kita. Dia mengunggu untuk memberi kita harapan dan membuka mata kita untuk pemeliharaanNya yang penuh kasih. Keputusan adalah milik kita untuk membuat-bahkan saat ini. Itu ada didalam kekuatan kita untuk memilih percaya kepada Tuhan dalam pencobaan saat ini dan masa nanti. Itu salah satu padang gurun keputusasaan atau senyum Tuhan dan surga terbuka.

Tuhan membantu kita semua untuk berpegang teguh pada iman kita. Jangan menyerah. Kita terlalu dekat dengan akhir dari pertandingan.

"Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu." (Mazmur 32:7-8)

BAHAYA KETIDKPERCAYAAN

by David Wilkerson | February 14, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Tuhan telah menanamkan didalam saya ketakutan atas ketidakpercayaan. Ketakutan ini hasil dari pencarian di Alkitab contoh-contoh akibat-akibat menakutkan atas ketidakpercayaan.

Saya bersyukur kepada Tuhan dengan semua yang ada didalam saya yang membukakan pikiran saya akan bahaya dan kehancuran yang diakibatkan oleh ketidakpercayaan. Kita orang percaya telah menganggap masalah ini terlalu gampang, seandianya Allah melihat keraguan itu menghadapi penderitaan besar dan masa-masa sulit.

Saya pernah berpikir Tuhan harus memberi kelonggarankepada mereka yang menghadapo situasi yang tampaknya tanpa harapan. Contohhmya, saat para murid di sebuah kapal yang tenggelam dalam amukan badai. Pikiran saya adalah, "Tuhan, mereka hanya manusia. Mereka kewalahan oleh semua itu. Kedaan itu tampak tidak ada harapan. Itu hanya respon seorang manusia." Namun, Yesus menegur iman mereka yang kecil.

Ya, ada waktu untuk menangis - ketika Yesus membisikan dengan kasih, "Silahkan menangis, Aku menampung setiap air mata." Ada waktu berduka, saat dimana kita kewalahan dan kita menangsi,"Dimana Engkau saat ini, Tuhan?" Kita melayani Bapa yang penuh kasih yang tersentuh oleh perasaan kita. Ada hal yang menghalangi iman kita saat ketakutan menguasai kita.

Namun kita tidak berani berlama-lama atas ketidakpercayaan dan keraguan yang terlintas--kita harus bangkit dan "percaya dalam bayang-bayang sayap-Nya". Allah tidak mengasihani ketidakpercayaan-- dan seluruh Alkitab mengungkapkan hal itu. Ini mungkin terdengar kasar, tetapi Dia tidak akan menerima alasan apapun. Dia tidak memberikan pilihan lain selain iman.

Israel diberikan sepuluh kesempatan untuk mempercayai Allah dalam keadaan-keadaan yang menakutkan. Setiap krisis adalah pekerjaan Tuhan. Akibat dari ketidakpercyaan mereka adalah empat puluh tahun tanpa harapan, kebingungan dan kesedihan. Mereka kehilangan berkat Allah, dan Dia berkata mereka tidak dapat masuk kedalam kehidupan peristirahatan, damai dan kebaikan yang hebat dari Tuhan karena ketidakpercayaan mereka. Tuhan menyebut ketidakpercayaan itu jahat. "Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya"(Ibrani 3:12 )

Ketidakpercayaan banyak disebabkan oleh mengabaikan Firman Allah. Iman itu mustahil tanpa masukan tetap Firman Tuhan dan melekat pada janji-janji Tuhan.

Aku memilih percaya kepada Tuhan. Aku tidak mau "bangkai saya mati di padang gurun" seperti yang dialami orang Israel. Allah berkata kedapaku untuk "pakai ikat pinggangmu... serahkan segala kuatirmu kepadaku... berhenti melihat pada keadaan... jangan bertanya kenapa lagi. Makan setiap hari Firman-Ku... ingat janji-janjiKu. Berdoa dengan keyakinan... percaya dengan segenap hatimu bahwa Tuhan mengasihimu... Dia tidak meninggalkanmu. Air mata pada malam hari... Sukacita akan datang pada paginya"

Apapun yang anda sedang lalui, bahkan berjalan dalam lembah kekelaman dan bayangan kematian, Tuhan berjanji untuk selalu bersama anda. Sekarang, ambil posisi dan mulai percaya. Ketidakpercayaanmu tidak mengubah apa-apa tapi iman membuka pintu untuk pembebasan.

Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia! Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah. (Mazmur 31:19-20)
 

TUHAN BERSAMA MEREKA

by David Wilkerson | February 10, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

“Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus.” (Kis 4:13).

Kita melihat dalam Kisah Para Rasul 4 saat Petrus dan Yohanes berdiri menanti hukuman untuk diucapkan, orang yang baru saja disembuhkan itu berdiri dengan mereka. Disana, dalam daging dan darah, adalah bukti hidup bahwa Petrus dan Yohanes telah bersama dengan Yesus. Sekarang, saat pemimpin rumah memandang, “melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya.” (Kis 4:14).

Apa yang Petrus dan Yohanes lakukan ketika mereka dibebaskan? “Pergilah mereka kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. ” (Kis 4:23). Orang-orang kudus di Yerusalem bersukacita dengan dua murid itu. Lalu mereka berdoa, “Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” (Kis 4:29-30). Mereka berdoa, “Tuhan, terima kasih untuk keberanian yang Engkau telah berikan kepada saudara kami. Tetapi kami tahu ini adalah awal. Kami mohon, beri kami semua keberanian untuk berbicara dengan keyakinan kudus. Dan sediakan semua bukti yang dapat dilihat bahwa Engkau bersama kami.”

Tanpa keraguan, Petrus dan Yohanes telah melihat rupa sikap pasrah dari wajah imam besar ketika ia menyadari mereka bersama dengan Yesus. Petrus pasti mengedipkan mata kepada Yohanes dan berkata, “Jika mereka tahu. Mereka hanya mengingat bahwa kita bersama dengan Yesus beberapa minggu yang lalu. Mereka tidak menyadari kita telah bersama dengan Tuhan kita yang bangkit sejak awal. Kita baru saja dengan Dia, dalam ruang atas. Lalu pagi ini kita bersama dengan Dia saat kita berdoa dalam sel, Dan segera setelah kita keluar dari sini, kita akan beretemu dengan Ia lagi.”

Itu yang akan terjadi dengan pria dan wanita yang menghabiskan waktunya dengan Yesus. Saat mereka pergi dari waktu mereka dengan Yesus, Dia bersama dengan mereka kemana mereka pergi.
 

KEBERANIAN SUCI DAN KUASA ROHANI

by David Wilkerson | February 9, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Semakin seseorang dekat dengan Yesus, semakin orang tersebut menjadi seperti Yesus, dalam kemurnian, kekudusan dan kasih. Selanjutnya, jalannya yang murni menghasilkan dalam dirinya keberanian besar bagi Tuhan. Alkitab mengatakan, “Orang jahat lari tanpa ada yang mengejarnya, tapi orang jujur, berani seperti singa.”(Amsal 28:1). Kata berani dalam ayat ini artinya “aman, percaya diri.” Itu adalah keberanian yang dilihat pemimpin-pemimpin di rumah ibadat dalam Petrus dan Yohanes saat mereka melayani. (Lihat Kis4:1-2)

Di bab sebelumnya (Kis 3), Petrus dan Yohanes berdoa untuk seorang pengemis yang lumpuh dan dia langsung sembuh. Penyembuhan itu menimbulkan kehebohan besar di sekitar Bait Allah, dan dalam upaya untuk menghentikan para murid dari membagikan iman mereka dalam Kristus, pemimpin-pemimpin agama itu menahan mereka dan memasukkan dalam pengadilan terbuka.

Petrus dan Yohanes bertemu dengan pemimpin rumah ibadat tetapi Alkitab tidak masuk kedalam detail banyak tentang peristiwa ini dalam Kisah Para Rasul 4. Namun saya dapat meyakinkan anda, pemimpin-pemimpin agama merancangkan itu menjadi pertemuan besar dan dan secara ada istiadat. Pertama, pembesar-pembesar agama mengambil tempat duduk mereka, Lalu diikuti para imam tinggi. Dan akhrinya, disaat tegang, para imam-imam tinggi melangkah masuk. Semua orang membungkuk saat para imam itu berlalu, berjalan dengan kaku menyusuri lorong kursi penghakiman.

Semua itu dimaksudkan untuk mengintimidasi Petrus dan Yohanes. Tetapi murid-murid tidak terintimidasi sama sekali. Mereka telah bersama Yesus sangat lama. Aku membayangkan Petrus berpikir, “Ayolah, mari pertemuan ini dimulai. Berikan saya mimbar dan saya bebas” Aku telah mendapat firman dari Tuhan untuk pertemuan ini. Terima Kasih, Yesus, untuk mengizinkan saya untuk memberitakan nama-Mu kepada orang-orang pembenci Kristus.” Kis 4:8 dimulai dengan:” Petrus, yang dikuasai oleh Roh Allah…” dan ini mengatakan kepada saya ia tidak akan meberikan kuliah. Hal itu tidak akan menjadi tenang atau diijinkan. Petrus adalah milik Yesus, penuh dengan Roh Kudus.

Hamba-hamba Allah aman dalam identitas mereka dalam Kristus. Dan mereka berdiri dengan yakin dalam kebenaran Yesus. Oleh karena itu, mereka tidak ada yang disembunyikan; mereka dapat berdiri di hadapan siapa saja dengan hati nurani yang jelas.
 

ORANG-ORANG PENGIKUT YESUS

by David Wilkerson | February 8, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Di Kisah Para Rasul 3, kita menemukan Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah untuk beribadah. Di luar gerbang Bait Allah itu duduk seorang pengemis yang lumpuh sejak lahir. Pria ini tidak pernah berjalan selangkah dalam hidupnya. Ketika ia melihat Petrus dan Yohanes, dia meminta sedekah kepada mereka. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu” (Kis 3:6). Lalu Petrus berdoa untuk pengemis itu dan berkata: “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (Kis 3:6). Seketika, pria itu sembuh! Dalam sukacita bersorak, ia mulai berjalan melalui Bait Allah, melompat dan berteriak, “Yesus sembuhkanku!”

Semua orang di Bait Allah terkagum pada pandangan itu karena mereka mengenal pria itu sebagai si lumpuh. Ketika Petrus dan Yohanes melihat orang banyak berkumpul, mereka mulai menberitakan Kristus, Ribuan diselamatkan. Namun, sementara Petrus dan Yohanes sedang berkotbah, para pemimpin rumah ibadat “datang kepada mereka, sedang marah” (Kis 4:1-2). Orang-orang petinggi dan berkuasa ini bertanya kepada murid-murid Yesus, “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”(Kis 4:7). Petrus digerakkan oleh Roh Kudus. Dia menjawab pemimpin-pemimpin itu, “Nama-Nya adalah Yesus Kristus dari Nazaret, yang telah kamu salibkan tiga minggu yang lalu. Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Dan sekarang Dia adalah Kuasa yang menyembuhkan pria ini. Tidak ada orang yang bisa diselamatkan oleh nama lain. Anda akan tersesat jika Anda tidak memanggil nama Kristus” (Lihat Kis 4:10-12)

Para pemimpin itu duduk tertegun. Alkitab berkata, “Mereka kagum, dan mereka mengenal mereka, bahwa mereka pengikut Yesus” (Kis 4:13). Ungkapan mengenal berasal dari akar kata yang berarti “dikenal dari beberapa tanda yang membedakan”

Apa tanda yang membedakan Petrus dan Yohanes ? Itu adalah kehadiran Kristus. Mereka memiliki kemiripan Kristus dan Roh-Nya.

Mereka yang menghabiskan waktu dengan Yesus tidak bisa merasa cukup akan Dia. Hati mereka terus beteriak untuk mengenal Tuhan mereka lebih baik, untuk mendekatkan diri kepada Dia, untuk bertumbuh dalam pengetahuan akan Jalan-jalanNya. Paulus menyatakan, “kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.” (Efesus 4:7; Lihat juga Roma 12:3). Ukuran tentang apa yang Paulus bicarakan ? Ini berarti jumlah yang terbatas. Dengan kata lain, kita semua menerima sejumlah ukuran pengetahuan penyelamatan dari Kristus.

Untuk beberapa orang percaya, ukuran awalanya adalah semua yang mereka inginkan. Mereka hanya menginginkan Yesus untuk melarikan diri dari penghakiman, untuk merasa diampuni, untuk menjaga reputasi yang baik, untuk bertahan setiap satu jam di gereja setiap Minggu. Orang-orang seperti itu berada dalam “mode pemeliharaan.” Dan mereka memberi Yesus hanya persyaratan yang paling sederhana.

Paul menginginkan berikut ini untuk setiap orang percaya: “Ia yang memberikan baik rasul-rasul… nabi-nabi… pemberita-pemberita Injil… gembala-gembala dan pengajar-pengajar; untuk memperlengkapi orang-orang kudus… sampai kita semua telah mencapai… pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” (Efesus 4:11-15).

Paulus berkata, “Allah telah memberikan karunia-karunia rohani ini sehingga anda akan dipenuhi dengan Roh Kristus. Hal ini penting, karena penipu sedang datang untuk mencuri iman anda. Jika anda berkakar dalam Kristus dan dewasa didalamnya, tidak ada ajaran yang menipu akan mempengaruhi anda. Namun, satu-satunya cara untuk tumbuh dewasa seperti itu adalah dengan menginginkan Yesus lebih”
 

KUMPULAN YUSUF

by David Wilkerson | February 7, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Yusuf mendapat penglihatan bahwa hidupnya akan dipakai dengan hebat oleh Tuhan. Tetapi penglihatan itu tampaknya seperti sebuah pipa mimpi setelah saudara-saudaranya yang cemburu menjualnya menjadi budak. Tahun-tahun berikutnya kehidupan Yusuf dipenuhi penderitaan dan ketidakadilan. Lalu ketika Yusuf tampak bangkit kembali, dia dituduh dengan tuduhan tidak benar yaitu mencoba memperkosa dan dikirim ke penjara.

Namun, setiap waktu, Tuhan terus mengawasi kehidupan Yusuf. Dan akhirnya, setelah tahun-tahun kekacauan, Yusuf berkahir dengan melayani di rumah Firaun. Akhirnya Firaun mengangkat Yusuf menjadi penguasa atas seluruh Mesir.

Kekasih, itu adalah bagaimana Allah bekerja; Ia mempersiapkan seseorang untuk menyelamatkan sejumlah orang-orang. Memang, dalam setiap generasi, Tuhan membangkitkan kumpulan Yusuf. Dia mengambil hamba-hamba yang khusus ini melewati tahun-tahun kesulitan dan cobaan, untuk membuktikan dan memperkuat iman mereka.

Apa ini artinya ? Alkitab mengatakan Itu adalah apa yang dialami Yusuf: “diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.” (Mazmur 105:17-19).

Tuhan juga mempunyai suatu kumpulan Yusuf sekarang. Orang-orang ini adalah pria dan wanita Allah yang Dia urapi dan panggil. Mereka tidak mencari ketenaran dan kemakmuran. Semua yang mereka mau adalah untuk hidup dan mati memenuhi panggilan yang Tuhan telah letakkan pada mereka. Dan Tuhan berjanji hidup mereka akan diperhitungkan untuk kerajaan-Nya.

Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya,“Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.” (Kejadian 45:7-8)

Yusuf dapat melihat kembali pada tahun-tahun penderitaannya dan bersaksi,”Allah mengirimkanku dalam perjalanan ini. Dia memiliki rencana dalam mengambilku melalui semua kesulitan ini. Saya dapat melihat sekarang bahwa semua yang telah saya tanggung telah memimpin kepada saat ini. Sudara-saudara, Tuhan telah menyiapkan saya untuk melayani kamu. Dia mengatur semua hal ini untuk membawa kamu kedalam jaminan rahmat-Nya seperti yang Dia lakukan dengan saya.

Sebuah wahyu yang luar biasa bagi Yusuf. Namun. Apa pelajaran disini untuk umat Allah hari ini? Ini adalah sebagai berikut : Tuhan kita telah menjaga kita dimasa lalu dan Dia akan menjaga kita dihari-hari yang akan datang. Dan, yang paling penting dari semua, Dia mempunyai tujuan yang kekal dibalik semua itu. Dia menjaga anda karena Dia mempunyai tujuan untuk anda. Dia telah meletakkan sebuah pekerjaan ilahi didepan anda. Dan hanya seorang percaya yang sudah dicoba, diuji dan dibuktikan dapat mencapainya.

Ini bukan waktu untuk iman yang lemah. Ini waktu ketika semua orang Kristen yang telah menanggung ujian-ujian hebat harus melangkah maju, Kapten kita sedang memanggil untuk berdiri ditengah masyarakat yang ketakuan dan terlibat dalam “kuasa iman.” Kita harus membuat deklarasi Yusuf: “ Allah telah menyuruh aku mendahului kamu… untuk memelihara hidupmu” (Kejadian 45:7)
 

罪咎心的危險性

by David Wilkerson | March 2, 2010

    PDF     TXT   Print  Print

 罪咎心大有危險,因為它會摧毀信心。對於使信徒犯姦淫,惡癮纏身,或淪為娼妓,我們靈魂的仇敵一點都不感興趣。惟有一件事是牠感興趣的 – 把信徒變成非信徒。牠會利用肉體上的私慾來捆綁心靈。

撒但要你因罪咎感而如此受壓,以致你會放棄自己的信心。牠要你懷疑神的信實,以為沒有人確實關心你。牠要你愁苦終日,心靈破碎;老是被自己的情慾所轄制;以為神的聖潔是無法達到的;以為衪會任由你自生自滅,解決你自己的難題;以為神再不關心你的需要和感受。若牠能把你陷在沮喪的光景裡,牠就可以不信的心來淹沒你 – 大功告成了。導至無神主義的簡單三步曲就是罪咎心、懷疑心和不信的心。

正如猖獗的癌細胞一般,罪咎心能吞噬信徒靈裡的活力。它會令人對生命失控,使人渴望脫離屬靈活動,且最終帶來身體上的痛苦與疾病。正如癌細胞一般,罪咎心會越發加增,直到一個人喪失靈命;結果就是軟弱以及羞恥與失敗之感。

除去罪咎心的辦法就是離棄罪惡。聽起來,這是很簡單,然而並不如此。對於那進入了你生命的外來事物,你實在無法立定心志而將之「擺脫」。許多人都曾有此嘗試,卻發現這是行不通的。你實在無法擺脫那些捆綁人的。你在自己一生中最重要的行動,就是你虧缺神後所作出的行動。你會否相信那控告者的謊言,因沮喪而放棄;或者,你會讓自己接受神出於愛心的赦罪之恩?

你會因不確定自己想得自由,脫離那些捆綁你的事物,而害怕求祂赦免嗎?你是否希望得著主,又暗暗地渴望一些在律法上不屬你的東西?神能回應誠懇的禱告,使你渴望遵行祂完全的旨意。求祂賜給你一顆希望成就祂旨意的心吧。
 


DISCLAIMER
Our policy is that all gifts designated for a specific project be applied to that project. Occasionally we receive more funds than can be wisely used for the designated project. When that happens, we use those funds to meet other similar pressing needs in the same country to advance the gospel.

  Back to Top