Sermons  Devotions   BAHAYA KETIDKPERCAYAAN by David Wilkerson

BAHAYA KETIDKPERCAYAAN

by David Wilkerson | February 14, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Tuhan telah menanamkan didalam saya ketakutan atas ketidakpercayaan. Ketakutan ini hasil dari pencarian di Alkitab contoh-contoh akibat-akibat menakutkan atas ketidakpercayaan.

Saya bersyukur kepada Tuhan dengan semua yang ada didalam saya yang membukakan pikiran saya akan bahaya dan kehancuran yang diakibatkan oleh ketidakpercayaan. Kita orang percaya telah menganggap masalah ini terlalu gampang, seandianya Allah melihat keraguan itu menghadapi penderitaan besar dan masa-masa sulit.

Saya pernah berpikir Tuhan harus memberi kelonggarankepada mereka yang menghadapo situasi yang tampaknya tanpa harapan. Contohhmya, saat para murid di sebuah kapal yang tenggelam dalam amukan badai. Pikiran saya adalah, "Tuhan, mereka hanya manusia. Mereka kewalahan oleh semua itu. Kedaan itu tampak tidak ada harapan. Itu hanya respon seorang manusia." Namun, Yesus menegur iman mereka yang kecil.

Ya, ada waktu untuk menangis - ketika Yesus membisikan dengan kasih, "Silahkan menangis, Aku menampung setiap air mata." Ada waktu berduka, saat dimana kita kewalahan dan kita menangsi,"Dimana Engkau saat ini, Tuhan?" Kita melayani Bapa yang penuh kasih yang tersentuh oleh perasaan kita. Ada hal yang menghalangi iman kita saat ketakutan menguasai kita.

Namun kita tidak berani berlama-lama atas ketidakpercayaan dan keraguan yang terlintas--kita harus bangkit dan "percaya dalam bayang-bayang sayap-Nya". Allah tidak mengasihani ketidakpercayaan-- dan seluruh Alkitab mengungkapkan hal itu. Ini mungkin terdengar kasar, tetapi Dia tidak akan menerima alasan apapun. Dia tidak memberikan pilihan lain selain iman.

Israel diberikan sepuluh kesempatan untuk mempercayai Allah dalam keadaan-keadaan yang menakutkan. Setiap krisis adalah pekerjaan Tuhan. Akibat dari ketidakpercyaan mereka adalah empat puluh tahun tanpa harapan, kebingungan dan kesedihan. Mereka kehilangan berkat Allah, dan Dia berkata mereka tidak dapat masuk kedalam kehidupan peristirahatan, damai dan kebaikan yang hebat dari Tuhan karena ketidakpercayaan mereka. Tuhan menyebut ketidakpercayaan itu jahat. "Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya"(Ibrani 3:12 )

Ketidakpercayaan banyak disebabkan oleh mengabaikan Firman Allah. Iman itu mustahil tanpa masukan tetap Firman Tuhan dan melekat pada janji-janji Tuhan.

Aku memilih percaya kepada Tuhan. Aku tidak mau "bangkai saya mati di padang gurun" seperti yang dialami orang Israel. Allah berkata kedapaku untuk "pakai ikat pinggangmu... serahkan segala kuatirmu kepadaku... berhenti melihat pada keadaan... jangan bertanya kenapa lagi. Makan setiap hari Firman-Ku... ingat janji-janjiKu. Berdoa dengan keyakinan... percaya dengan segenap hatimu bahwa Tuhan mengasihimu... Dia tidak meninggalkanmu. Air mata pada malam hari... Sukacita akan datang pada paginya"

Apapun yang anda sedang lalui, bahkan berjalan dalam lembah kekelaman dan bayangan kematian, Tuhan berjanji untuk selalu bersama anda. Sekarang, ambil posisi dan mulai percaya. Ketidakpercayaanmu tidak mengubah apa-apa tapi iman membuka pintu untuk pembebasan.

Alangkah limpahnya kebaikan-Mu yang telah Kausimpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kaulakukan bagi orang yang berlindung pada-Mu, di hadapan manusia! Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan wajah-Mu terhadap persekongkolan orang-orang; Engkau melindungi mereka dalam pondok terhadap perbantahan lidah. (Mazmur 31:19-20)
 

  Back to Top