KEBERANIAN SUCI DAN KUASA ROHANI By David Wilkerson Published: 02/09/2011 - 12:00am Semakin seseorang dekat dengan Yesus, semakin orang tersebut menjadi seperti Yesus, dalam kemurnian, kekudusan dan kasih. Selanjutnya, jalannya yang murni menghasilkan dalam dirinya keberanian besar bagi Tuhan. Alkitab mengatakan, “Orang jahat lari tanpa ada yang mengejarnya, tapi orang jujur, berani seperti singa.”(Amsal 28:1). Kata berani dalam ayat ini artinya “aman, percaya diri.” Itu adalah keberanian yang dilihat pemimpin-pemimpin di rumah ibadat dalam Petrus dan Yohanes saat mereka melayani. (Lihat Kis4:1-2) Di bab sebelumnya (Kis 3), Petrus dan Yohanes berdoa untuk seorang pengemis yang lumpuh dan dia langsung sembuh. Penyembuhan itu menimbulkan kehebohan besar di sekitar Bait Allah, dan dalam upaya untuk menghentikan para murid dari membagikan iman mereka dalam Kristus, pemimpin-pemimpin agama itu menahan mereka dan memasukkan dalam pengadilan terbuka. Petrus dan Yohanes bertemu dengan pemimpin rumah ibadat tetapi Alkitab tidak masuk kedalam detail banyak tentang peristiwa ini dalam Kisah Para Rasul 4. Namun saya dapat meyakinkan anda, pemimpin-pemimpin agama merancangkan itu menjadi pertemuan besar dan dan secara ada istiadat. Pertama, pembesar-pembesar agama mengambil tempat duduk mereka, Lalu diikuti para imam tinggi. Dan akhrinya, disaat tegang, para imam-imam tinggi melangkah masuk. Semua orang membungkuk saat para imam itu berlalu, berjalan dengan kaku menyusuri lorong kursi penghakiman. Semua itu dimaksudkan untuk mengintimidasi Petrus dan Yohanes. Tetapi murid-murid tidak terintimidasi sama sekali. Mereka telah bersama Yesus sangat lama. Aku membayangkan Petrus berpikir, “Ayolah, mari pertemuan ini dimulai. Berikan saya mimbar dan saya bebas” Aku telah mendapat firman dari Tuhan untuk pertemuan ini. Terima Kasih, Yesus, untuk mengizinkan saya untuk memberitakan nama-Mu kepada orang-orang pembenci Kristus.” Kis 4:8 dimulai dengan:” Petrus, yang dikuasai oleh Roh Allah…” dan ini mengatakan kepada saya ia tidak akan meberikan kuliah. Hal itu tidak akan menjadi tenang atau diijinkan. Petrus adalah milik Yesus, penuh dengan Roh Kudus. Hamba-hamba Allah aman dalam identitas mereka dalam Kristus. Dan mereka berdiri dengan yakin dalam kebenaran Yesus. Oleh karena itu, mereka tidak ada yang disembunyikan; mereka dapat berdiri di hadapan siapa saja dengan hati nurani yang jelas.