Sermons  Devotions   ORANG-ORANG PENGIKUT YESUS by David Wilkerson

ORANG-ORANG PENGIKUT YESUS

by David Wilkerson | February 8, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Di Kisah Para Rasul 3, kita menemukan Petrus dan Yohanes pergi ke Bait Allah untuk beribadah. Di luar gerbang Bait Allah itu duduk seorang pengemis yang lumpuh sejak lahir. Pria ini tidak pernah berjalan selangkah dalam hidupnya. Ketika ia melihat Petrus dan Yohanes, dia meminta sedekah kepada mereka. Tetapi Petrus berkata: "Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu” (Kis 3:6). Lalu Petrus berdoa untuk pengemis itu dan berkata: “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!" (Kis 3:6). Seketika, pria itu sembuh! Dalam sukacita bersorak, ia mulai berjalan melalui Bait Allah, melompat dan berteriak, “Yesus sembuhkanku!”

Semua orang di Bait Allah terkagum pada pandangan itu karena mereka mengenal pria itu sebagai si lumpuh. Ketika Petrus dan Yohanes melihat orang banyak berkumpul, mereka mulai menberitakan Kristus, Ribuan diselamatkan. Namun, sementara Petrus dan Yohanes sedang berkotbah, para pemimpin rumah ibadat “datang kepada mereka, sedang marah” (Kis 4:1-2). Orang-orang petinggi dan berkuasa ini bertanya kepada murid-murid Yesus, “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?”(Kis 4:7). Petrus digerakkan oleh Roh Kudus. Dia menjawab pemimpin-pemimpin itu, “Nama-Nya adalah Yesus Kristus dari Nazaret, yang telah kamu salibkan tiga minggu yang lalu. Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Dan sekarang Dia adalah Kuasa yang menyembuhkan pria ini. Tidak ada orang yang bisa diselamatkan oleh nama lain. Anda akan tersesat jika Anda tidak memanggil nama Kristus” (Lihat Kis 4:10-12)

Para pemimpin itu duduk tertegun. Alkitab berkata, “Mereka kagum, dan mereka mengenal mereka, bahwa mereka pengikut Yesus” (Kis 4:13). Ungkapan mengenal berasal dari akar kata yang berarti “dikenal dari beberapa tanda yang membedakan”

Apa tanda yang membedakan Petrus dan Yohanes ? Itu adalah kehadiran Kristus. Mereka memiliki kemiripan Kristus dan Roh-Nya.

Mereka yang menghabiskan waktu dengan Yesus tidak bisa merasa cukup akan Dia. Hati mereka terus beteriak untuk mengenal Tuhan mereka lebih baik, untuk mendekatkan diri kepada Dia, untuk bertumbuh dalam pengetahuan akan Jalan-jalanNya. Paulus menyatakan, “kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.” (Efesus 4:7; Lihat juga Roma 12:3). Ukuran tentang apa yang Paulus bicarakan ? Ini berarti jumlah yang terbatas. Dengan kata lain, kita semua menerima sejumlah ukuran pengetahuan penyelamatan dari Kristus.

Untuk beberapa orang percaya, ukuran awalanya adalah semua yang mereka inginkan. Mereka hanya menginginkan Yesus untuk melarikan diri dari penghakiman, untuk merasa diampuni, untuk menjaga reputasi yang baik, untuk bertahan setiap satu jam di gereja setiap Minggu. Orang-orang seperti itu berada dalam “mode pemeliharaan.” Dan mereka memberi Yesus hanya persyaratan yang paling sederhana.

Paul menginginkan berikut ini untuk setiap orang percaya: “Ia yang memberikan baik rasul-rasul… nabi-nabi… pemberita-pemberita Injil… gembala-gembala dan pengajar-pengajar; untuk memperlengkapi orang-orang kudus… sampai kita semua telah mencapai… pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” (Efesus 4:11-15).

Paulus berkata, “Allah telah memberikan karunia-karunia rohani ini sehingga anda akan dipenuhi dengan Roh Kristus. Hal ini penting, karena penipu sedang datang untuk mencuri iman anda. Jika anda berkakar dalam Kristus dan dewasa didalamnya, tidak ada ajaran yang menipu akan mempengaruhi anda. Namun, satu-satunya cara untuk tumbuh dewasa seperti itu adalah dengan menginginkan Yesus lebih”
 

  Back to Top