Sermons  Devotions   KUMPULAN YUSUF by David Wilkerson

KUMPULAN YUSUF

by David Wilkerson | February 7, 2011

    PDF     TXT   Print  Print

Yusuf mendapat penglihatan bahwa hidupnya akan dipakai dengan hebat oleh Tuhan. Tetapi penglihatan itu tampaknya seperti sebuah pipa mimpi setelah saudara-saudaranya yang cemburu menjualnya menjadi budak. Tahun-tahun berikutnya kehidupan Yusuf dipenuhi penderitaan dan ketidakadilan. Lalu ketika Yusuf tampak bangkit kembali, dia dituduh dengan tuduhan tidak benar yaitu mencoba memperkosa dan dikirim ke penjara.

Namun, setiap waktu, Tuhan terus mengawasi kehidupan Yusuf. Dan akhirnya, setelah tahun-tahun kekacauan, Yusuf berkahir dengan melayani di rumah Firaun. Akhirnya Firaun mengangkat Yusuf menjadi penguasa atas seluruh Mesir.

Kekasih, itu adalah bagaimana Allah bekerja; Ia mempersiapkan seseorang untuk menyelamatkan sejumlah orang-orang. Memang, dalam setiap generasi, Tuhan membangkitkan kumpulan Yusuf. Dia mengambil hamba-hamba yang khusus ini melewati tahun-tahun kesulitan dan cobaan, untuk membuktikan dan memperkuat iman mereka.

Apa ini artinya ? Alkitab mengatakan Itu adalah apa yang dialami Yusuf: “diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak. Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya.” (Mazmur 105:17-19).

Tuhan juga mempunyai suatu kumpulan Yusuf sekarang. Orang-orang ini adalah pria dan wanita Allah yang Dia urapi dan panggil. Mereka tidak mencari ketenaran dan kemakmuran. Semua yang mereka mau adalah untuk hidup dan mati memenuhi panggilan yang Tuhan telah letakkan pada mereka. Dan Tuhan berjanji hidup mereka akan diperhitungkan untuk kerajaan-Nya.

Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya,“Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.” (Kejadian 45:7-8)

Yusuf dapat melihat kembali pada tahun-tahun penderitaannya dan bersaksi,”Allah mengirimkanku dalam perjalanan ini. Dia memiliki rencana dalam mengambilku melalui semua kesulitan ini. Saya dapat melihat sekarang bahwa semua yang telah saya tanggung telah memimpin kepada saat ini. Sudara-saudara, Tuhan telah menyiapkan saya untuk melayani kamu. Dia mengatur semua hal ini untuk membawa kamu kedalam jaminan rahmat-Nya seperti yang Dia lakukan dengan saya.

Sebuah wahyu yang luar biasa bagi Yusuf. Namun. Apa pelajaran disini untuk umat Allah hari ini? Ini adalah sebagai berikut : Tuhan kita telah menjaga kita dimasa lalu dan Dia akan menjaga kita dihari-hari yang akan datang. Dan, yang paling penting dari semua, Dia mempunyai tujuan yang kekal dibalik semua itu. Dia menjaga anda karena Dia mempunyai tujuan untuk anda. Dia telah meletakkan sebuah pekerjaan ilahi didepan anda. Dan hanya seorang percaya yang sudah dicoba, diuji dan dibuktikan dapat mencapainya.

Ini bukan waktu untuk iman yang lemah. Ini waktu ketika semua orang Kristen yang telah menanggung ujian-ujian hebat harus melangkah maju, Kapten kita sedang memanggil untuk berdiri ditengah masyarakat yang ketakuan dan terlibat dalam “kuasa iman.” Kita harus membuat deklarasi Yusuf: “ Allah telah menyuruh aku mendahului kamu… untuk memelihara hidupmu” (Kejadian 45:7)
 

  Back to Top